Cara Menanam Selada di Polybag, Bisa Jadi Bisnis Rumahan

Infarm
04 March 2026
.
Cara Menanam Selada di Polybag, Bisa Jadi Bisnis Rumahan
4236
.

Selada (Lactuca sativa L.) termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang dikenal di masyarakat. Jenis sayuran ini mengandung zat - zat gizi khususnya vitamin dan mineral yang lengkap untuk memenuhi syarat kebutuhan gizi masyarakat.

Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk mentah sebagai lalapan bersama dengan bahan makanan lain. Selain berguna untuk bahan makanan, selada juga berguna untuk pegobatan berbagai macam penyakit. Untuk menanam selada, kalian bisa melakukan di halaman rumah, meskipun memiliki halaman yang sempit.

Baca Juga: 4 Cara Menanam Sawi Pagoda, Sayuran Hijau Berbentuk Sendok

Syarat Tumbuh Tanaman Selada

Syarat tumbuh tanaman selada harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman. Hal ini berkaitan dengan kemampuan tanaman selada untuk hidup secara optimal. Nah, berikut ini penjelasan terkait  syarat tumbuh tanaman selada:

1. Tanaman selada dapat tumbuh baik di dataran tinggi atau daerah pegunungan. Jika dibudidayakan di daerah dataran rendah, daunnya akan tumbuh dengan knop kecil dan cepat berbunga. Namun bukan tidak mungkin jika ditanam pada daerah dataran rendah, pastikan tanaman tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

2. Jenis tanah yang cocok yaitu mengandung humus tinggi, berpasir, dan berlumpur.

3. Tingkat pH tanah yang ideal adalah antara 5 - 6,5.

4. Waktu tanam terbaik adalah saat akhir musim hujan.

4. Suhu udara paling optimal untuk selada adalah antara 15-25˚C.

Baca Juga: Cara Menanam Buah Bit (Beetroot) dari Biji, Bisa Panen Lebih Cepat

Cara Menanam Selada

Menanam selada dapat menggunakan sistem hidroponik maupun dengan cara biasa menggunakan polybag. Namun, jika ingin mendapatkan hasil selada yang berkualitas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanamnya. Berikut cara menanam selada yang benar.

1. Pembibitan
Selada diperbanyak diri bijinya langsung. Biji atau benih selada diperoleh dengan menumbuhkan tanaman selada hingga berbunga dan berbuah. Setelah tua baru diambil bijinya.
 
Untuk mendapatkan hasil optimal, benih selada sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman. Terdapat berbagai jenis media penyemaian untuk budidaya selada, diantaranya dalam polybag, sistem tray, rokcwool. Namun pada contoh kali ini akan Minfarm jelaskann melaui media rockwool.
 
 
Sebelum proses penyemaian, sebaiknya benih atau biji dilakukan pemeraman. Proses ini bisa dilakukan dengan cara membasahi atau merendam benih pada kain dengan air hangat (berkisar 35 – 50 C) selama satu hari. Tujuannya untuk mempercepat proses keluarnya radikula atau bakal akar.
 
Siapkann media semai berupa rockwool, karena penggunaan media ini lebih efisien dan praktis. Selama prose semai, pastikan media tanam lembab, jangan sampai menyiram dengan jumlah air banyak atau sampai menggenang. Tempatkan tanaman semai pada kondisi yang teduh. Proses penyemaian benih selada membutuhkan waktu sekitar 25 Hari Setelah Semai (HSS).
 
2. Persiapan Media Tanam
Komponen terpenting dalam penanaman yaitu media tanam, komposisi media tanam ini berbeda dengan komposisi saat masa semai. Bahan media tanam bisa menggunakan campuran antara tanah, pupuk organik (kompos), dan sekam bakar, namun jika tidak ada sekam bakar kalian bisa menggunakan cocopeat. Rasio perbandingan campuran secara berurutan yaitu 2:1:1.
 
3. Penanaman
Penanaman merupakan proses pemindahan bibit hasil dari semai ke tempat yang lebih luas, proses ini juga disebut transplanting tanaman. Bibit yang sudah siap dipindah tanam setidaknya harus memiliki 4-5 helai daun.
 
Jika melakukan penanaman dalam skala kecil, kalian bisa menggunakan Pot atau Polybag. Penggunaan pot atau polybag disarankan yang mempunyai ukuran diameter 20 – 30 cm. Dalam satu wadah tersebut bisa di isi dengan 1 bibit tanaman selada.
 
Pindahkan bibit dari media semai dengan hati-hati, agar tidak merusak akar tanamannya. Masukkan bibit selada dengan posisi tegak di dalam lubang tanam. Kemudian, tutup kembali dengan tanah dan sirami air secukupnya.
 
4. Perawatan
Setelah proses penanaman dilakukan, kalian harus memberikan perawatan secara rutin. Lakukan penyiraman tanaman 2 kali dalam sehari yaitu, pada pagi dan sore. Namun, kamu juga perlu menyesuaikan dengan musim saat menanam. Apabila sedang musim hujan, kamu bisa menyirami tanaman 1 kali sehari, supaya tanahnya tidak terlalu tergenang air.
 
Buang rumput liar yang bertumbuh di sekitar tanaman. Hal ini karena perakaran selada dangkal sehingga kurang mampu bersaing dengan tanaman lain dalam menyerap hara. Jangka waktu pengerjaannya adalah seminggu sekali atau di sesuaikan dengan pertumbuhan gulma.
 
Pemupukan dilakukan untuk memberikan/menyediakan unsur hara dalam tanah sehingga dapat di serap oleh akar tanaman. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar lebih ramah lingkungan dan sehat , kalian bisa menggunakan POC Sayuran Daun Infarm.\
 
5. Panen
Selada dapat dipanen ketika berumur 45 hari setelah tanam. Namun, bisa saja kurang dari umur tersebut sehingga bisa panen lebih cepat tergantung varietasnya. Cara panen selada yaitu dengan memotong bagian daunnya atau bisa juga dengan mencabut semua bagian hingga akarnya.
 
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.

Artikel Trending