5 Tanaman Pengusir Hama di Kebun, Tanpa Pestisida Lagi
Infarm
14 December 2025
.
4266
.
Tanaman pengusir hama adalah tanaman yang dipilih dan ditanam khusus untuk membantu mengendalikan hama yang dapat merusak tanaman. Tanaman pengusir hama ini sangat penting dalam pertanian organik, ini dikarenakan mereka dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Tanaman pengusir hama atau tanaman refugia bekerja dengan cara mengeluarkan senyawa kimia tertentu yang dapat membantu mengusir hama tanaman. Senyawa kimia tersebut dapat berupa aroma atau rasa yang tidak disukai oleh hama, atau senyawa kimia yang dapat membunuh hama secara langsung.
Selain itu, tanaman pengusir hama juga dapat menarik predator alami dari hama yang dapat membantu memakan atau mengendalikan populasi hama. Hal ini disebut sebagai pengendalian hayati atau biocontrol.
Tanaman marigold memiliki bunga warna emas dengan bentuk yang unik. Namun aroma bunga tidak disukai oleh beberapa hama di kebun. Bunga Marigold mengeluarkan senyawa kimia yang disebut dengan "pyrethrin" yang dapat membunuh serangga seperti lalat, kutu, dan serangga lainnya. Selain itu, bunga Marigold juga dapat menarik predator alami seperti laba-laba dan capung yang membantu mengendalikan populasi serangga.
Letakkan tanaman marigold pada tempat yang strategis di kebun untuk mencegah kutu dan nyamuk berkeliaran. Perawatan marigold tidaklah sulit, cukup melakukan penyiraman secara teratur tapi jangan berlebihan.
2. Mint
Tanaman mint sangat suka tumbuh pada lingkungan dengan tanah yang kering tetapi lembab. Pada daun mint terdapat kandungan senyawa kimia yaitu “menthol” yang dapat membantu mengusir hama seperti, semut, lalat, dan kutu. Selain itu, daun Mint juga dapat menarik predator alami seperti kupu-kupu yang membantu mengendalikan populasi serangga.
3. Serai
Tanaman serai atau serai wangi (Cymbopogon citratus) adalah salah satu tanaman pengusri hama alami yang populer digunakan dalam pertanian organik. Selain digunakan sebagai bahan rempah-rempah, serai juga dapat digunakan sebagai pengusir hama, terutama serangga seperti nyamuk, kutu, dan lalat.
Serai mengandung senyawa yang disebut citronella, yang memiliki aroma khas yang dapat mengusir serangga. Serai tidak tumbuh terlalu besar sehingga cocok ditanam di pot. Terkadang tanaman ini biasa digunakan sebagai hiasan dan pemberi aroma segar alami.
Jadi, daripada menggunakan pestisida atau bahan kimia berbahaya untuk mengusir hama di kebun, lebih baik tanam tanaman tersebut di kebun dan lingkungan rumahmu untuk mengusir hama yang merusak tanaman
4. Basil
Basil (Ocimum basilicum) merupakan tanaman yang daunnya sering digunakan sebagai rempah dan dan bahan makanan. Basil menjadi rempah yang populer di seluruh dunia karena rasa dan aroma yang khas. Aromanya tersebut juga terkenal sebagai pengusir hama alami.
Basil mengandung senyawa yang disebut estragole dan eugenol yang dapat mengusir serangga dan hama. Senyawa tersebut memiliki sifat mengusir hama seperti lalat, semut, kutu daun, dan serangga penghisap nectar sehingga hama tidak tertarik untuk mendekati atau memakan tanaman.
5. Lavender
Tanaman lavender sudah dikenal sebagai tanaman pengusir tikus dan nyamuk. Namun, lavender ternyata juga efektif mengusir hama lainnya seperti kutu. Aromanya yang wangi dan indah, cocok banget jika ditanam untuk menghiasi rumah atau kebun.
kalian dapat menanam lavender di sekitar tanaman yang ingin dilindungi. Aroma yang dihasilkan oleh tanaman lavender akan mengusir serangga dan hama secara bertahap.
Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam pertanian organik, penggunaan pestisida yang berbahaya harus dihindari sebisa mungkin. Tanaman pengusir hama dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida saat melakukan penanaman, karena dapat membantu mengendalikan hama tanaman secara alami tanpa harus menggunakan pestisida yang berbahaya.
2.Menjaga Keseimbangan Ekosistem
Penggunaan pestisida yang berlebihan juga dapat merusak keseimbangan ekosistem. Pestisida yang digunakan untuk membasmi hama juga dapat membunuh predator alami dari hama, seperti laba-laba dan kupu-kupu. Dengan menggunakan tanaman pengendali hama, predator alami dari hama dapat dijaga dan keseimbangan ekosistem dapat terjaga.
3. Meningkatkan Kualitas Tanah
Beberapa jenis tanaman pengendali hama, seperti kacang tanah, memiliki akar yang kuat dan dapat membantu mencegah erosi tanah. Tanah yang sehat dan subur sangat penting untuk pertanian organik yang berkelanjutan. Dengan meningkatkan kualitas tanah, pertanian organik dapat lebih produktif dan lebih berkelanjutan.
4. Meningkatkan Hasil Panen
Tanaman pengendali hama juga dapat membantu meningkatkan hasil panen. Dengan mengendalikan populasi hama, tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan lebih produktif. Selain itu, beberapa jenis tanaman pengendali hama juga dapat membantu membuahi tanaman dan meningkatkan produktivitas tanaman.
5. Meningkatkan Kualitas Hasil Panen
Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen. Dengan menggunakan tanaman pengendali hama, hasil panen dapat lebih sehat dan lebih alami, karena mereka tidak terpapar pestisida yang berbahaya.
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.