.
.
Ketumbar merupakan salah satu rempah-rempah yang sering digunakan untuk penyedap makanan. Tanaman ini akan menghasilkan biji berbentuk bulat berwarna cokelat dengan bau menyengat yang khas.
Baca Juga: Cara Budidaya Black Sapote Dari Biji, Agar Cepat Berbuah
Mengenal Tanaman Ketumbar
Ketumbar termasuk dalam keluarga tumbuhan Apiaceae berbunga aromatik yang dinamai jenis Apium. Semua bagian tanaman ketumbar dapat dimanfaatkan untuk rempah-rempah masakan, baik daun maupun buahn atau bijinya.
Biji ketumbar hampir sama seperti lada, memiliki diameter sekitar 1-2 mm. Mempunyai aroma yang khas, karena terdapat komponen kimia sdalam minyak atsiri ketumbar. Komponen utamanya adalah: linalool, dengan komposisi pendukung lainnya adalah geraniol, geranil asetat dan camphor.
Tumbuhan ketumbar berasal dari eropa selatan dan sekitar Laut Kaspia. Tak hanya bijinya yang kerap digunakan dalam proses memasak. Daunnya yang mirip dengan seledri sering dijadikan pelengkap masakan khas. Biasanya ketumbar tumbuh subur di area dataran rendah dan pegunungan. Karakternya sama dengan seledri, hanya mampu mencapai ketinggian satu meter dari tanah.
Baca Juga: Cara Budidaya Gambas di Polybag, Agar berbuah Lebat
Cara Menanam Ketumbar
Ketumbar merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah untuk ditanam langsung dari biji atau bibit. Kalian bisa menanamnya hanya dengan media berupa pot ataupun polybag. Berikut cara menanam ketumbar yang baik dan benar.
Baca Juga: Jurus Jitu Berhasil Semai Benih Holtikultura
1. Persiapan Bibit
Sebelum melakukan proses penanaman, perlu menyiapkan bibit terlebih dahulu. Biasanya, ketumbar dapat diperbanyak melalui bijinya. Pastikan terlebih dahulu bijinya telah cukup umur dan sehat.
Untuk proses seleksi benih, cukup rendam biji-biji ketumbar dalam air. Kemudian pilih benih ketumbar yang tenggelam di dalam air, karna yang mengambang dipermukaan kualitas bijinya tidak utuh.
Siapkan tray semai dengan media campuran tanah yang gembur dan pupuk kandang/kompos. Masukkan biji ketumbar pada tiap kotaknya, proses semai biji akan tumbuh pada waktu 7-10 hari.
2. Persiapan Media Tanam
Langkah penting yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan media tanamnya. Media tanam untuk menanam ketumbar harus memiliki sifat subur, gembur, berporos dan mengandung banyak unsur organic. Ukuran Ph tanah yang baik berkisar 6,5 hingga 7,5. Media tanam terdiri dari campuran tanah, arang sekam, pupuk kompos dengan perbandungan 2 : 1 : 1 secara berurutan, kalian juga bisa menggunnakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 Secara berurutan
3. Penanaman
Bibit ketumbar yang telah tumbuh dari proses semai harus segera dipindah tanam. Proses ini sebaiknya dikerjakan saat sore hari sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan baik. Bibit dikeluarkan dari tray semai secara hati-hati dengan menekan bagian bawah tray dan jangan sampai akar bibit ketumbar terputus. Setelah itu, tanam bibit ketumbar tersebut di semua lubang. Setelah itu, dapat dilakukan penyiraman untuk meningkatkan kelambapan tanah dalam media polybag.
4. Perawatan
Tanaman ketumbar tidak menyukai kondisi tanah yang lembab, maka dari itu perlu memperhatikan kelembaban tanah secara rutin. Saat penyiraman harus dilakukan dengan perlahan, hal ini karena air yang dituangkan langsung ke tanah bisa menyebabkan biji ketumbar bergeser letaknya.
Setelah tanaman ketumbar tumbuh dengan ketinggian 5 cm, dapat dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organic cair sayuran daun Infarm. Pemupukan tersebut dilakukan setiap minggu sekali.
Ketumbar memiliki masa pertumbuhan yang cukup cepat. Setelah tanaman ketumbar tumbuh kuat, penyiraman dapat dilakukan seperlunya saja. Penyiraman hanya dilakukan untuk menjaga kelembaban media tanam.
Jika ketumbar sudah terlalu besar dengan ketinggian telah mencapai 10 cm, potonglah tanaman tersebut. Cabut tanaman yang lebih kecil agar tidak terlalu rapat. Biarkan tanaman yang sudah tumbuh lebih besar agar terus tumbuh hingga mencapais 30 cm.
5. Panen
Ketumbar dapat dipanen ketika berusia 3-3,5 bulan dari waktu penanaman. Tanaman ketumbar yang siap panen adalah pohonnya berwarna cokelat kekuning-kuningan. Tanaman dipanen dengan cara mencabut lalu mengikatnya menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya, tanaman ini diangin-anginkan selama seminggu untuk mengawetkannya.
Tips Menanam Ketumbar
1. Pilih Waktu Tanam Terbaik
Pada dasarnya, waktu tanam terbaik untuk tanaman ketumbar sangat bergantung pada tempat kalian tinggal. Hal ini karena ketumbar perlu menyesuaikan dengan iklim dan cuaca pada tempat tersebut. Tanaman ketumbar tidak tahan terhadap kondisi panas yang ekstrem. Sehingga disarankan untuk menanam diantara bulan Maret hingga Mei.
2. Tentukan Posisi Tanam
Untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman ketumbar, kamu juga harus menentukan posisi tanam terbaik. Tanaman ketumbar sebaiknya mendapatkan sinar matahari secara langsung, tetapi tidak terpapar terik matahari.
3. Tentukan Ketumbar Berbunga atau Tidak
Tanaman ketumbar akan mulai berbunga dalam waktu yang relatif cepat hingga agak lama. Saat mulai berbunga, tanaman ketumbar akan berhenti menghasilkan daun baru. Umumnya, bunga tersebut akan dipotong untuk menghasilkan daun baru yang lebih banyak dari sebelumnya. Namun, kamu juga bisa memanen biji ketumbar saat tanaman selesai berbunga.
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.