.
.
Jengkol adalah salah satu buah polong-polongan yang dapat tumbuh di mana saja. Jengkol banyakd disukai oleh masyarakat karena rasanya yang sedap, biasanya diolah menjadi semur dan sambal goreng.
Namun, ada efek bau setelah memakan jengkol. Buah jengkol memang tidak memiliki bau, namun setelah memakannya, efek bau akan mulai bermunculan dari tubuh. Jengkol adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini bisa menjadi inspirasi untuk menanam jengkol dan dapat dijadikan peluang usaha baru.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Pohon Belimbing Agar Cepat Berbunga dan Berbuah
Syarat Tumbuh Tanaman Jengkol
jengkol merupakan salah satu tanaman asli daerah tropis, tapi tanaman jengkol dapat tumbuh diberbagai tempat asal dekat dengan sumber air. Sebaiknya tanaman jengkol di tanam pada dataran rendah dan pastikan mendapat sinar matahari yang cukup, karena tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari untuk pertumbuhan, serta jangan lupa untuk memperhatikan kadar kelembaban.
Baca Juga: 6 Hal yang Wajib diperhatikan Saat Menanam Sayuran di Rumah
Tanaman jengkol dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah dan dataran tinggi pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Meskipun Jengkol tumbuh dengan baik di dataran rendah, Jengkol tidak tahan terhadap kekeringan yang berkepanjangan.
Cara Menanam Jengkol
1. Persiapan Bibit
Pada dasarnya menanam jengkol bisa dilakukan melalui 2 cara yaitu secara generarif dan vegetatif. Cara generatif yaitu dengan menanam melalui bijinya langsung. Sedangkan Vegetatif melaui cara okulasi atau menempel.
Namun, walaupun bisa dilakukan dengan 2 cara, tetap wajib memperhatikan tanaman indukannya. Pastikan menggunakan biji atau cangkok indukan yang berkualitas dan berbuah banyak. Ini bertujuan agar sifat yang diharpakan akan menurun ke bibit nantinya.
Untuk melakukan penanaman secara generatif, bisa menggunakan biji jengkol yang sudah tua. Salah satu biji yang tua adalah bijinya jatuh dari pohonya sendiri. Saat akan menyemai biji, siapkan terlebih dahulu media semai berupa campuran tanah, kompos, dan sekam menggunakan wadah polybag. Masukkan biji jengkol ke dalam media semai.
Siram dengan air secara berkala. Setelah dua minggu ditanam, biasanya biji jengkol akan mulai mengeluarkan akar dan tunas mulai keluar permukaan tanah. pindahkan bibit ke media tanam yang lebih besar agar tumbuh secara maksimal.
2. Persiapan Lahan Tanam
Proses persiapan lahan terdiri dari membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm dengan mempunyai kedalaman yaitu 40 cm. Sebelum melakukan penanaman isi lubang tanam dengan pupuk kandang dan biarkan selama 2-3 hari, agar pupuk benar-benar menyerap tanah dan memberinya nutrisi.
3. Penanaman
Penanaman dapat dilakukan saat bibit jengkol telag muncul tunasnya. Caranya bukan polybag persemaian dengan merobeknya perlahan. Kemudian masukkan bibit Jengkol ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Lalu tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah yang tersisa dan jangan lupa siram dengan air secukupnya.
Pohon jengkol memerlukan lahan memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup. Walaupun termasuk sebagai salah satu tanaman yang mudah untuk tumbuh, tanaman jengkol akan lebih mudah untuk tumbuh yaitu pada tempat yang berada di dataran rendah. Hal ini bisa membuat tanaman jengkol tumbuh tinggi dan akar yang sangat kuat.
Penanaman yang dilakukan pada lahan terbuka merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman jengkol. Alasannya yaitu tanaman jengkol membutuhkan tanah yang lembab untuk tumbuh. Maka dari itu, sebaiknya menanam jengkol ketika awal awal musim penghujan, karena itu merupakan waktu dengan tingkat kelembaban tanah yang sangat terjaga
4. Perawatan Tanaman
Perawatan pada tanaman jengkol hampir sama seperti tanaman pada umumnya. Kalian bisa melakukan penyiangan gulma secara berkala, karena gulma bisa menyerap nutrisi yang terdapat di dalam tanah sehingga akan terjadi perebutan nutrisi.
Tanaman jengkol wajib diberi pupuk agar kebutuhan unsur haranya tercukupi. Pemberian pupuk dapat dilakukan mulai awal menanam dengan menggunakan POC Sayuran daun Infarm. Pupuk ini sangat cocok untuk fase pertumbuhan awal tanaman. Namun jika sudah mulai berbunga, bisa beralih menggunakan POC Buah Infarm.
Pemangkasan dilakukan ketika tanaman jengkol berumur 2-3 tahun, ini bertujuan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi, percabangan tumbuh seimbang dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Secara umum hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jengkol diantaranya semut rangrang, jamur dan ulat. Apabila daun tanaman jengkol terlihat menggulung dan dikerubuti oleh semut rangrang, maka harus segera dibuang lalu dan jauhkan dari tanaman jengkol. Sedangkan untuk jamur dan ulat, dapat mencegahnya dengan melakukan penyemprotan pestisida secara rutin.
5. Panen
Buah jengkol dapat di panen pada usia 4 tahun hingga 5 tahun jika penanaman menggunakan cara okulasi. waktu pemanenan ini lebih pendek atau singkat dibandingkan penanaman menggunakan cara generatif.
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.