.
.
Puntung rokok merupakan bagian sisa dari rokok yang tidak ikut terbakar saat seseorang merokok. Setelah itu biasanya punting hanya dibuang begitu saja oleh perokok. Tapi, ternyata puntung rokok tadi bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.
Pestisida adalah salah satu bahan yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama dalam proses budidaya. Pengaplikasian pestisda pada tanaman ini menjadi bagian penting dalam tahap perawatan tanaman.
Baca Juga: Pengendalian Ampuh Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Kandungan Putung Rokok
Kandungan bahan aktif tanaman tembakau adalah nikotin. Konsenterasi nikotin tertinggi terdapat pada ranting dan tulang daun. Pestisida nabati daun tembakau efektif untuk mengendalikan hama ulat karena daun tembakau ini mempunyai sifat repellent (penolak serangan), fungisida, akarisida yang bekerja secara racun kontak
Sedangkan kandungan yang terdapat dalam puntung rokok antara lain nikotin, fenol, dan eugenol yang masing-masing memiliki peran dalam mengendalikan hama pada tanaman. Nikotin bersifat racun bagi Organisme, sedangkan eugenol dan fenol berperan efektif dalam mengendalikan pathogen tanaman.
Baca Juga: Waspada, Ini 5 Penyakit Tanaman yang Menyerang Saat Musim Hujan
Cara Pembuatan Pestisida Nabati Putung Rokok
Pembuatan pestisida dari limbah putung rokok ini menjadi peluang usaha unruk kegiatan pertanian. Selain dapat dmengurangi sampah, ini juga mampu mengurangi biaya perawatan untuk membeli pestisida dan menciptakan hasil panen sehat tanpa residu kimia. Selain itu pembuatan pestisida puntung rokok mudah dan cepat.
Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk pembuata pestisida ini antara lain:
- 100 gram limbah puntung rokok
- 7 liter air
- 1 sendok teh sabun colek
- Ember
- Alat semprot atau sprayer
- Saringan –
- Toples
Cara pembuatannya yaitu pertama bersihkan puntung rokok, kemudian rendam dalam air selama satu minggu. Tempatkan pada area yang gelap dan tertutup. Hal ini bertujuan agar zat yang terkandung dalam puntung rokok cepat keluar.
Setelah fermentasi selesai, saring larutan tersebut dengan menggunakan kain. Pestisida nabati dari limbah puntung rokok pun sudah jadi. Lalu campurkan setengah sendok teh sabun colek. Pestisida pun siap digunakan. Pengaplikasian pestisida ini tidak secara langsung, namun harus dilarutkan terlebih dahulu dengan air.
Larutkan tiap 200 ml esktrak limbah putung roko dalam 5 liter air. Langsung semprotkan pada tanaman yang teserang hama ulat
Fakta Putung Rokok
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dilakukan oleh jutaan orang. Setidaknya dua pertiga puntung rokok ditemukan berserakan di trotoar atau selokan, dan akhirnya berujung di lautan. Padahal limbah puntung rokok tergolong limbah berbahaya dan beracun, setara dengan limbah pabrik, dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kelangsungan hidup manusia.
Tingginya produksi puntung rokok tersebut sayangnya tidak dibarengi dengan upaya pengelolaannya. Padahal selain menjadi sampah visual, limbah rokok dapat dikategorikan sebagai racun yang sangat berbahaya bagi mamalia.